Sunday, May 23, 2010

Water conservation

I love taking a long hot shower. When I was living in Canada, I could stand in the shower for long minutes (I was going to write hours, but I don't think I would spend hours taking shower :)). It felt so good. Now, I cannot do it.

In developing countries, although water is perhaps abundance, clean water is expensive (and rare in some places). You just can't spend long minutes taking a shower. You have to budget your water usage. In this sense, we are taking good care of the earth. Not because we want to, but mostly because we have to.

Think differently. It is unfair that people in developed countries use resources more than underdeveloped or developing countries. Not just use more, but use it ineffieciently. The richer gets things easier ...

That's life?

Saturday, May 15, 2010

WARTEG, Warung Tegal

Warung Tegal, atau lebih dikenal sebagai WARTEG, sesuai namanya memang hanya lebih dikenal di jawa, lebih kebanyakan jawa bagian barat.
Walau seiring dengan kemajuan jaman, saya kira sudah ada warteg di sumatera atau kalimantan sekarang.

Warteg, umumnya memang dikelola atau dimiliki juga, oleh orang-orang yang asal nya dari daerah Tegal.

Menu, pada umumnya mirip satu warteg dengan yang lain, walau saya kurang tau apakah mereka punya kesepakatan menu, atau bahkan punya organisasi yang lebih mempersatukan mereka.

Adalah, sekitar 4 hari yang lalu, di jalan jalan sore dengan istri, aku tiba2 mengajak istri makan di warteg, karena menyadari memang hari ini tidak masak di rumah,
sambil jalan, aku jelaskan sedikit dengan istri apa itu warteg,
warteg, adalah tempat makan murah, dan meriah. Menunya cukup beragam, dan cukup bergizi, dan kebersihannya masih cukup oke, sebagai tambahan, belakangan ini, mungkin tiga atau dua tahun belakangan ini, aku cukup berusaha menjauhi jajanan jalanan yang mencuci piringnya hanya di ember yang mereka bawa :)
nah warteg, sebagai warung dengan pengairan yang cukup, tidak termasuk kategori ini,
mereka mencuci piring dengan air yang mengalir dan cukup.

alhasil, setelah melihat warteg, yg kebetulan juga cukup untuk parkir, kami mampir,
tentu tidak sulit memilih menu, karena warteg, meletekkan sedemikian rupa, makanannya di dalam etalase kaca di depan pengunjungnya, bahkan kebanyakan di depan pengunjung duduk, sehingga tinggal tunjuk, ada beberapa makanan yg dapat dijangkau langsung, karena etalase sebagian juga dengan kaca yg dapat dibuka.

adalagi yg cukup khas dari warteg adalah kursi tempat kita duduk, yang biasanya hanya berupa kursi sederhan memanjang, dan pengunjung akan duduk berdert di situ, walau ada juga warteg dengan kursi plastik di era serba plastik ini.

menu standar, nasi, rawon, tempe tahu goreng, ampla, sayur asem, sayur sop, dll.

yang "menarik",
kemarin kebetulan liburan nasional, kami sekeluarga jalan2,
tujuan pertama, masjid istiqlal sekalian sholat dhuhur, selepas dari situ mampir di es krim ragusa, walau hanya nongkrong diluar menikmati gado2 kakilimanya,
dan lanjut ke museum fatahillah. menyusuri pesisir barat jakarta, melewati pantai indah kapuk, tebus di kalideres, lanjut tangerang dan masuk ke karawaci, dengan tujuan lippo karawaci super mall.
malamnya, saat lelah dan lapar, yang biasanya cari makan di dalam mall, kali ini istri yg berinisiatif, makan di warteg saja! ... :)
saya bilang ke salah satu anak kami, untuk coba merayu uminya agar cari makan di mall itu saja, tapi tidak berhasil.
maka jadi lah kami makan malam di warteg, dan ternyata anak2 juga lahab makan di situ!@@ ;)

betul2 warung yang dapat dibangkan buat indonesia kan....

Friday, May 14, 2010

Konsisten Itu Mahal

Itu petuah yang ku dapat dari fade2blac,

Dan, kata sederhana yg mudah dipahami itu,
benar ada nya,
Betapa mahal dan atau sulitnya untuk istiqomah,

Ada lagi kata2, "Ide itu baru bernilai, jika ada yg memperjuangkannya"

maka,
blog ini, sepertinya, tidak punya orang yg cukup punya energi, untuk
terus memperjuangkan ide awalnya.
dan atau cukup miskin, sehingga tidak mampu membayar mahalnya
harga konsisten

Indonesia mungkin tetap bagus,
atau semakin berantakan?
dan blognya pun tak ada lagi yg mengurus ...

Tuesday, March 13, 2007

Orang-orang hebat ada di Indonesia

Kemarin hingga tadi pagi, aku baca soal bapak Ali Alatas.

Salah satu orang Indonesia yang bukan hanya Bagus dalam rupa dan tutur, namun juga sikap dan ilmu. Beliau termasuk orang yang tetap dihormati di Indonesia selama pergantian masa terjadi di negeri ini. Beliau juga salah satu orang Indonesia yang dihormati dan disegani oleh dunia internasional.

Prestasinya? mungkin sudah tak terukur lagi.
Jasa beliau sungguh berlimpah, mulai dari membantu memulihkan citra Indonesia, hingga membantu proses perdamaian dan rekonsiliasi negara-negara lain.

---

Tadi malam aku juga liat Chris John di acara tv yang format acara-nya ku gak ngerti. Chris John-nya sich aku tahu, walau baru kali itu aku lihat bagaimana ia pribadi.

Chris John sungguh punya banyak hal yang membuat manusia menjadi manusia. Rendah hati, ramah, luwes, meski juga tampak kekuatan dan keberanian terpancar dari dirinya.

---

Mereka berdua adalah sedikit dari manusia-manusia langit yang ada di bumi Indonesia.

Cahaya yang bisa menembus mendung paling gelap sekalipun.

Thursday, June 22, 2006

Nasib Pendidikan Indonesia

Tahu nggak sodara, ada tetangga satu kampung dengan tempat kelahiran saya dulu, namanya Alex, juara olimpiade fisika, dapat beasiswa, sudah diterima di PTN, ternyata nggak lulus gara-gara nilai matematikanya 3. Ada lagi seorang anak sopir truk pelabuhan, gantung diri gara-gara gak lulus UAN. Ajaib memang pendidikan Indonesia. Mau dibawa kemana?

Menurut saya pangkal masalahnya satu. Tiap ganti mentri, ganti kurikulum. Salah satu cara yang paling pas untuk memperpanjang masa hidup kurikulum adalah melalui mekanisme TAP MPR. Jadi ketentuan tentang pendidikan, harus ditetapkan dalam TAP MPR, berlaku selama 10 tahun minimal. Jadi orang bikin kurikulum juga nggak asal-asalan. Sebab, pendidikan adalah harapan satu-satunya di masa depan. Jika pendidikannya hancur juga, disamping banyak bagian lain yang hancur, maka apa yang diharapkan dari negara ini?

Tentu saja itu bisa diamandemen, tapi paling tidak mempersulit diknas untuk seenaknya ganti kurikulum. Dan mereka berfikir benar-benar, ijtihad, kurikulum apa yang paling pas buat kita.

Friday, May 12, 2006

Tanya kenapa ??

Banyak hal yang nggak ku mengerti di Indonesia ini, misal kenapa Indonesia sekarang hutannya gundul, minyaknya habis tetapi rakyatnya bukan saja tetap miskin tetapi tambah miskin.

Kemana duit hasil penebangan hutan dan penyedotan minyak ???

Kenapa kita banyak hutang tapi praktis nggak ada aset yang berarti?

Kenapa anak kecil berlomba jadi Da'i sementara itu lupa menyanyi lagu kanak - kanak

Kenapa koruptor sebelum di tangkap merasa perlu pergi umroh dulu...

Kenapa orang may ngaji di hotel berbintang 5 dengan menggunakan baju muslim berharga jutaan rupiah sementara negaranya banyak rakyat lapar...

Kenapa kita jual gas murah ke cina, lalu PLN danpabrik pupuk nggak kebagian gas...

Kenapa kalau harga minyak naik, kita ribut tentang subsidi karena ada minyak BBM yang kita impot, tapi lupa cerita kemana kenaikan pendapat karena kita juga mengekspor BBM.

Kenapa ada ketidak adilan dalam pembagian kekayaan di Indonesia dimana 5 persen konon menguasai 90 persen kekayaan, padahal negara ini mayoritas muslim yang agamanya menomor satukan keadilan.

Mengapa banyak pegawai negeri yang katanya gajinya kecil tapi bisa kaya.

Mengapa pengusaha yang sudah sangat kepepet tapi masih diperas juga...

Mengapa yang ditangkap korupsi adalah anggota DPRD, bupati, KPPU yang baru menjabat ..sementara yang korupsi dari dulu naik pangkat terus ??

Jawabnya mungkin... negara ini memang benar benar mabok...

Wednesday, May 03, 2006

Selamat Hari Pendidikan Indonesiaku

Indonesia adalah negeri yang menyediakan banyak kesempatan untuk berbuat. Untuk beramal. Begitu banyak hal yang masih bisa dilakukan disini, mungkin karena banyaknya sehingga orang-orangnya jadi sering sibuk diskusi (baca: debat -red) memikirkan hal-hal apa saja yang perlu, bisa dan harus dilakukan.

Untungnya beberapa orang melangkah ke tahap berikutnya, hingga banyak ide-ide yang akhirnya mewujud dan menjadi nyata. Mewarnai Indonesiaku.

Syahdan ada pak Yohannes Surya yang entah sudah kesekian berapa kalinya menghantarkan anak-anak bangsa menjadi jawara-jawara di ajang Olimpiade Fisika tingkat Asia dan Dunia.

Prestasi yang bukan sembarangan, secara umum, kita seringkali jadi juara. Untuk tingkat Asia saja, kita masih diatas Singapura, Taiwan, dan bahkan Israel (yang masih ndableg itu)! Hanya sedikit dibawah Cina. Dan bahkan untuk Fisika praktis, Indonesia adalah pemenang pertama.

Lalu ada juga Ibu-ibu kembar Kartini (namanya siapa ya ibu-ibu itu?). Kusebut demikian, karena prestasi mereka yang __sungguh__ sangat luar biasa. Sejak tahun 1996 mereka membantu anak-anak yang kurang mampu agar bisa bersekolah juga.

Bagaimana caranya?
Dengan mengadakan sekolah gratis (iya, gratis!) untuk anak-anak itu di kolong-2 jembatan layang/tol di DKI Jakarta. Dan sekarang ini konon sudah banyak alumni-2 sekolah-sekolah mereka yang sudah menjadi dokter, polisi, pengusaha dan lain sebagainya.

Sekarang ini Sekolah Darurat Kartini, begitu namanya, sudah tersebar ke berbagai penjuru tanah air.

Aku ingin berdoa, ya Allah, berikanlah yang terbaik buat para pejuang seperti mereka ini.